Beberapa pendapat menyatakan bahwa belajar bahasa pemrograman adalah masalah yang sulit. Untuk mengatasinya maka perlu ada metode pembelajaran yang tepat untuk belajar bahasa pemrograman tersebut. Dalam hal ini saya berpendapat bahwa metode Presentation, Practice, and Production (PPP) adalah metode yang tepat. Metode PPP ini biasanya digunakan untuk belajar bahasa Inggris (bahkan untuk anak-anak). Kesesuaian atau analogi belajar bahasa Inggris dan belajar bahasa pemrograman akan saya sampaikan pada posting yang lain.

Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing tahapan pada metode PPP.

Tahap Presentation. Pada tahap ini dosen menyajikan pengetahuan yang diajarkan berdasarkan pokok bahasan tertentu (berdasarkan konteks), misalnya keperluan perulangan/iterasi dalam kasus input data. Disinilah diperkenalkan keyword dan menunjukkan kegunaannya. Waktu yang digunakan berkisar  20%-40% dari total waktu belajar.

Tahap Practice. Pada tahap ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berlatih membuat program. Mahasiswa juga berlatih memanfaatkan potongan program dengan keyword yang sudah dipelajari di tahap Presentation dengan pengawasan dosen. Aktivitas berlatih membuat program ini harus no error dan program berjalan dengan baik. Waktu yang dibutuhkan untuk tahap Practice ini berkisar antara 30%-50% dari total waktu belajar keseluruhan.

Tahap Production. Tahap ini biasa disebut juga tahap free activity, karena pada tahap ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk membuat program bebas (ide sendiri) menggunakan keyword yang sudah diajarkan. Mahasiswa boleh berkreasi dengan menggabungkan keyword baru dengan pokok bahasan sebelumnya untuk membuat project yang lebih kompleks. Waktu yang diperlukan untuk tahap ini antara 20%-30% dari total waktu belajar.