Ada seorang gadis menyewa rumah, bersebelahan dengan kontrakan rumah seorang ibu miskin dengan dua anak, suatu malam tiba-tiba listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur untuk mengambil lilin, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.

Ternyata seorang anak miskin yang tinggal di sebelah rumahnya. Anak itu bertanya dengan risau: “Kak, ada lilin tidak?”.

Gadis itu berfikir. Dibenaknya dia tertanam kata-kata “JANGAN PINJAMKAN”, nanti jadi kebiasaan untuk terus-terusan meminta.

Maka si gadis menjawab: “TIDAK ADA”

Lalu si anak miskin berkata riang: “Saya sudah duga Kak, tidak ada lilin, ini ada dua lilin saya bawakan untuk Kakak, kami khawatir karena Kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin.”

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat.

Jangan menilai keburukan orang lain hanya karena mereka kelihatan MISKIN/TIDAK MAMPU. INGATTTT, kekayaan tidak bergantung seberapa banyak yang kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI kepada mereka yang TIDAK MAMPU. Miskin bukan berarti TIDAK PUNYA APA-APA dan KAYA bukan berarti PUNYA SEGALANYA.

Mungkin hari ini kita diatas tanah, tapi esok, lusa, atau entah kapan, tanah pasti di atas kita, hidup hanya sekali. Jadi pastikan hidup kita berarti.