Beberapa bulan lalu, Mimi bertemu dengan Boy.
Boy begitu tertarik dengan Mimi.
Mimi juga merasakan hal yang sama.
Setelah beberapa hari Boy melakukan pendekatan,
Keduanya saling mencintai.
Sejak itu, setiap hari mereka selalu berdua tertawa canda.
Hingga suatu hari mereka bercengkrama.
Saling melepaskan keperjakaan dan keperawanan mereka.
Meski belum menikah, keduanya begitu serasi,
Sejak mereka melakukan hubungan intim untuk yang pertama kali,
Keduanya sering melakukannya berulang kali,
Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi buncit,
Ternyata Mimi bunting diluar nikah.
Meski udah bunting, mereka tidak segera menikah juga,
Malah mereka masih kerap melakukan hubungan intim,
Beberapa bulan kemudian, perut Mimi semakin membesar.
Boy yang telah menanamkan benih pergi meninggalkannya.
Setelah apa yang diberikan Mimi pada Boy,
Boy begitu mudah mencampakkannya,
Perut udah besar dan tak lama lagi melahirkan,
Mimi tak pernah tau kabar Boy,
Mimi juga tidak tau orang tua Boy,
Bilang pada ortu sendiri juga tidak mungkin,
Namun dengan besar hati, Mimi siap berjuang sendiri,
Melahirkan dan membesarkan anak yang tak berdosa itu,
Sehari sebelum melahirkan, Mimi ketemu Boy juga,
Tapi Mimi hanya bisa menatap dari kejauhan,
Boy sedang bermesraan dengan yang lainnya,
Mimi yang malang,
Esoknya, perut Mimi kontraksi, Mimi hendak melahirkan,
Tak ada Boy, tak ada orang tua,
Tak ada bidan maupun dokter yang membantunya,
Sekuat tenaga Mimi berusaha bertahan dari sakitnya melahirkan,
Perjuangannya tak sia-sia.
Mimi berhasil melahirkan lima anak yang lucu-lucu,
Begitu lahir, kelima anaknya mengeong bersahut-sahutan.
Kini, Mimi telah menjadi ibu bagi kelima ekor anak kucingnya,
Boy semakin gencar berburu kucing-kucing betina yang lain…
Sungguh sangat tidak pantas meniru mereka,
πŸ˜„πŸ˜„πŸ™πŸ˜œπŸ˜œ

(sumber : salah satu grup WA yang saya ikuti)